Penjelasan Sifat Sifat Periodik Unsur Kimia Kelas 10

Penjelasan Sifat Sifat Periodik Unsur Kimia Kelas 10 – Selamat datang kembali di blog ini, sebelumnya kita sudah membahas mengenai cara menentukan golongan dan periode, maka kali ini kita akan membahas mengenai sifat sifat periodik unsur. Tabel periodik disusun berdasarkan kenaikan nomor atom dalam periode – periode. Unsur – unsur yang terletak dalam satu periode memiliki sifat sifat yang berubah secara teratur. Sifat – sifat unsur periodik tersebut meliputi jari – jari atom, energi ionisasi, afinitas elektron, dan elektronegativitas. Langsung saja kita bahas mulai dari sifat yang pertama

Jari Jari Atom

Jari – jari atom adalah jarak dari inti atom ke elektron terluar. besar jari – jari atom dipengaruhi oleh jumlah kulit atom dan muatan inti atom.

    • Dalam satu golongan yang sama semakin ke bawah makan jari – jari atomnya semakin besar karena bertambahnya jumlah kulit elektron, sebagai contohnya adalah unsur Na danĀ  K berada pada golongan yang sama yaitu IA namun unsur K memiliki jari – jari atom yang lebih besar dari unsur Na karena unsur K memiliki 4 kulit atom sedangkan unsur Na hanya memiliki 3 kulit atom.
    • Dalam satu periode yang sama unsur unsur memiliki jumlah kulit elektron yang sama, namun mereka tetap memiliki besar jari jari atom yang berbeda karena semakin ke kanan muatan proton, neutron, dan elektron bertambah sehingga tarik – menarik antara elektron dengan inti atom semakin kuat, sehingga elektron terluar lebih dekat ke inti atom dibandingkan dengan elektron terluar pada atom dalam satu periode lainnya. Contohnya unsur K dan unsur Br berada pada periode yang sama karena unsur Br memiliki elektron lebih banyak dibanding K, maka jari – jari atom K lebih besar dibanding Br.

Energi Ionisasi

Energi ionisasi adalah energi minimum yang diperlukan untuk melepas elektron dari sutu atom netral dalam wujud gas. energi ionisasi depengaruhi oleh besar jari jari atom dan nomor atom

  • Dalam satu golongan yang sama semakin ke bawah semakin kecil energi ionisasinya karena bertambahnya jari – jari atom mengakibatkan daya tarik inti atom ke elektron terluar semakin melemah, sehingga atom lebih mudah melepas elektron
  • Dalam satu periode yang sama semakin ke kanan semakin besar energi ionisasinya karena muatan atom semakin besar sehingga daya tarik inti ke elektron terluar semakin kuat, sehingga lebih sulit untuk melepas elektron

Afinitas Elektron

Afinitas elektron adalah besar energi yang terlibat dalam proses penambahan 1 elektron sehingga membentuk muatan -1.

  • Dalam satu golongan yang sama unsur unsur semakin ke bawah maka semakin kecil afinitas elektronnya karena jari jari atom yang bertambah, membuat daya tarik inti pada elektron terluar berkurang, sehingga energi yang terlibat dalam penambahan elektron (afinitas elektron) juga berkurang
  • Dalam satu periode yang sama unsur unsur semakin ke kanan maka semakin besar afinitas elektronnya karena dalam jumlah kulit atom yang sama namun bertambahnya muatan mengakibatkan daya tarik inti ke elektron terluar juga semakin besar, sehingga energi yang terlibat dalam penambahan 1 elektron (afinitas elektron) juga semakin besar.

Keelektronegatifan

Keelektronegatifan adalah kecenderungan/kemampuan atom untuk menarik elektron dalam suatu ikatan kimia. Semakin besar keelektronegatifan suatu atom, maka atom tersebut cenderung lebih mudah untuk menarik elektron untuk membentuk ikatan kimia.

  • Dalam satu golongan yang sama unsur unsur semakin ke bawah semakin kecil keelektronegatifannya karena daya tarik inti ke elektron terluar semakin kecil sehingga kemampuan menarik elektron semakin lemah.
  • Dalam satu periode yang sama unsur unsur semakin ke kanan semaki besar keelektronegatifannya karena dalam jumlah ku;it atom yang sama namun muatan semakin besar sehingga kemampuan menarik elektron semakin besar
  • Perlu diingat bahwa golongan VIIIA tidak memiliki keelektronegatifan karena esudah memiliki 8 elektron pada kulit terluar, sehingga keelektronegatifan terbesar ada pada golongan VIIA

Leave a Reply