Besaran Pokok, Besaran Turunan, dan Satuan

Besaran Pokok, Besaran Turunan, dan Satuan Internasional (SI Unit) – Selamat datang kembali sobat – soba iseng di blog ini, pokok pembahasan admin kali ini adalah besaran dan satuan. Kalau diingat – ingat materi ini adalah materi pertama dari pelajaran fisika baik itu di SMP maupun SMA. Materi ini sebenarnya sangat berhubungan sekali dengan artikel admin sebelumnya yaitu Cara Membaca Jangka Sorong dan Cara Membaca Mikrometer Sekrup karena setiap hasil pengukuran pasti memiliki besaran dan satuan. Besaran sendiri diartikan sebagai sesuatu yang memiliki nilai besaran (besar) dan satuan, di dalam fisika besaran dibedakan menjadi dua yaitu besaran pokok dan besaran turunan. Sedangkan satuan diartikan sesuatu yang digunakan sebagai pembanding dalam pengukuran. Untuk lebih jelasnya mengenai besaran maupun satuan akan admin bahas di bawah.

besaran pokok besaran turunan dan satuan

Besaran Pokok

Besaran pokok adalah besaran yang satuannya telah ditetapkan lebih dulu, berdiri sendiri dan tidak bergantung dengan besaran lainnya. Ibarat warna besaran pokok adalah warna merah, biru dan kuning karena ketiga warna tersebut berdiri sendiri dan bukan hasil campuran dari warna lain. Terdapat tujuh besaran pokok  yang telah ditetapkan oleh para ilmuwan yaitu massa, kuat arus, waktu, intensitas cahaya, temperatur, panjang, dan jumlah zat. Selain ketuju besaran tersebut masih ada besaran tambahan yang tidak memiliki dimensi, yakni sudut datar dan sudut ruang (tiga dimensi). Untuk satuan tiap – tiap besaran pokok di atas perhatikan tabel di bawah.

Besaran Pokok

Satuan

Lambang Satuan

Panjang meter m
Massa kilogram kg
Waktu sekon (detik) S
Temperatur Kelvin K
Kuat Arus Ampere A
Intensitas Cahaya Kandela cd
Jumlah Zat mole mol

 

Tabel dua besaran tambahan

Besaran Tambahan

Satuan

Lambang Satuan

Sudut Datar radian rad
Sudut Ruang steradian sr

Besaran Turunan

Besaran turunan adalah besaran yang dapat diturunkan dari beberapa besaran pokok. Satuan besaran turunan disebut satuan turunan yang dapat diperoleh dengan beberapa operasi hitung antar satuan pokok. Contohnya adalah satuan kecepatan adalah m/s yang didapat dari hasil pembagian antara satuan panjang (m) dengan satuan waktu (s), satuan dari luas adalah m2 yang merupakan hasil kali antar satuan panjang (m), meskipun beberapa satuan turunan memiliki simbol tersendiri seperti satuan dari gaya yaitu newton (N), hakikatnya itu tetaplah turunan dari berbagai besaran pokok dimana gaya adalah hasil kali antara massa (kg) dan percepatan (m/s2). Untuk beberapa contoh dari besaran turunan kalian dapat melihat tabel dibawah.

Besaran Turunan

Satuan

Dalam Satuan Dasar

Nama Satuan

Lambang Satuan

Volume meter kubik m3 m3
Luas meter persegi m2 m2
Kecepatan meter per sekon m/s m/s
Massa Jenis meter per meter kubik kg/m3 kg/m3
Daya watt W kg.m2/s3
Energi / Usaha joule J kg.m2/s2
Gaya newton N kg.m/s2
Tekanan pascal Pa kg/(m.s2)
Frekuensi hertz Hz s-1
Muatan listrik Coulomb C A.s

Satuan Standar (Satuan Sistem Internasional: SI)

Seperti kita ketahui suatu besaran bisa memiliki lebih dari satu satuan sebagai contoh saja untuk besaran panjang terdapat satuan meter, inchi, mil, dsb atau untuk besaran massa ada ton, pons, kilogram, dll. Perbedaan – perbedaan satuan untuk besaran yang sama dapat mengakibatkan kesalahpahaman bagi para ilmuwan sehingga dibentuklah satuan standar internasional agar memiliki standar yang baku dalam mempelajari ilmu bagi seluruh orang. Sistem satuan standar yang kita gunakan sekarang adalah MKS (metre – kilogram –second) menggantikan sistem sebelumnya CGS (Centimeter – Gram – Second).

Satuan dibedakan menjadi dua yaitu satuan baku dan satuan tidak baku, jika satuan baku memiliki standar yang jelas dan berlaku umum, maka satuan tidak baku berbeda – beda di setiap tempat seperti satu jengkal, satu pikul, dll.

Satuan Standar Panjang

Dalam Si satuan dari besaran panjang adalah meter (m). Pada awalnya satuan meter diusulkan setara dengan jarak antara dua goresan yang terdapat di kedua ujung batang platina-iridium yang disimpan di Sevres dekat Paris. Tetapi, batang platina-iridium yang disimpan tersebut mengalami perubahan panjang meskipun sangat kecil, sehingga para ahli menilai meter standar itu kurang teliti karena mudah berubah. Pada tahun 1960, satu meter standar didefinisikan sebagai jarak yang sama dengan 1.650.763,73 kali panjang gelombang cahaya merah-jingga yang dipancarkan gas kripton-86 dalam ruang hampa  pada suatu loncatan listrik. Definisi baru satuan SI untuk panjang yaitu panjang lintasan yang ditembus cahaya dalam ruang hampa selama selang waktu 1/299.792.458 sekon.

Satuan Standar Massa

Satuan standar untuk massa adalah kilogram (kg). Satu kilogram adalah massa sebuah silinder logam platina-iridium berdiameter 3,9 cm dan tinggi 3,9 cm yang disimpan di Sevres dekat Paris. Selanjutnya, massa satu kilogram disamakan dengan massa 1 liter air murni pada suhu 4o C.

Satuan Standar Waktu

Satuan SI waktu adalah sekon atau detik (s). Pada awalnya satu sekon setara dengan 1/86.400 hari Matahari rata – rata. Namun, dalam pengamatan astronomi waktu ini kurang tepat karena adanya pergeseran. Selanjutnya pada tahun 1956, satu sekon didefinisikan setara dengan 1/31.556.925.9747 lamanya tahun 1900. Akhirnya pada tahun 1967 sekon standar ditetapkan setara dengan waktu yang dibutuhkan atom cesium-133 untuk bergetar sebanyak 9.192.631.770 kali.

Satuan Standar Arus Listrik

Satuan standar arus listik adalah Ampere (A). Satu Ampere didefinisikan sebagai jumlah muatan listrik satu coulomb yang melewati suatu penampang dalam waktu satu sekon.

Satuan Standar Suhu

Pada awalnya titik acuan suhu diambil sebagai titik lebur es pada harga 0oC dan titik didih air pada 100oC pada tekanan 76cmHg. Kemudian pada tahun 1954, ditetapkan satu Kelvin setara dengan  1/273,16 suhu titik tripel air dimana tripel air menyatakan temperatur dan tekanan saat terdapat keseimbangan antara uap, cair, dan padat suatu bahan.

Satuan Standar Intensitas Cahaya

Kandela merupakan satuan standar untuk intensitas cahaya. Satu kandela sama dengan intensitas suatu sumber cahaya yang memancarkan radiasi monokromatik dengan frekuensi  540 x 1012 Hz dan memiliki intensitas pancaran 1/683 watt per steradian pada arah tertentu.

Satuan Standar Jumlah Zat

Jumlah  zat dalam memiliki satuan mol. Satu mol zat terdiri atas 6,02 x 1023 buah partikel( sering disebut dengan bilangan avogadro).

 

Referensi

  1. BSE karangan Aip Saripudin, dkk dengan judul Praktis Belajar Fisika tahun 2009
  2. BSE karangan Setya Nurachmandani dengan judul Fisika tahun 2007
  3. BSE karangan Joko Sumarsono dengan judul Fisika tahun 2009

 

Leave a Reply